Kumpulan Materi Kuliah Ilmu Komputer. Teknik Informatika, Sistem Informasi, Desain Grafis, Manajemen Informatika dll.

Kamis, 03 Mei 2012

SISTEM OPERASI BAB IV b VIRTUAL MEMORY

Tidak ada komentar :

VIRTUAL MEMORY

Overlay :
Program dipecah menjadi bagian-bagian yang dapat dimuat memori, jika memori terlalu kecil untuk menampung seluruhnya sekaligus. Overlay disimpan pada disk dan di-keluar-masukkan dari dan ke memori oleh sistem operasi. Pembagian dilakukan oleh programmer.

 







    Fase                    Fase                  Fase
    Inisialisasi         Pemrosesan          Keluaran   






Struktur Umum Overlay

Virtual memory (Memori maya) :
sistem operasi menyimpan bagian-bagian proses yang sedang digunakan di memori utama dan sisanya di disk.

Virtual memory dapat diimplementasikan dengan tiga cara, yaitu:
Ø  Paging
Ø  Segmentasi
Ø  Kombinasi paging dan segmentasi

1.       Paging
Sistem paging mengimplementasikan ruang alamat besar pada memori kecil menggunakan index register, base register, segment register, dll.

Istilah pada sistem paging:
-       Alamat virtual = V; Alamat yg dihasilkan dgn perhitungan menggunakan index register, base register, segment reg dsb.
-       Alamat nyata (real address = R); Alamat yang tesedia di memori utama fisik.
-       Page; Unit terkecil virtual address space.
-       Page frame; Unit terkecil memori fisik.
-       Page fault; Permintaan alokasi page ke memori yang belum dipetakan.
-       MMU (Memory Management Unit); Chip atau kumpulan chip yang memetakan alamat maya ke alamat fisik.









CPU
card
                                        CPU
                                        mengirim
                                        alamat
                                        virtual
                                        ke MMU



BUS
            MMU mengirim alamat fisik ke memori
Posisi dan fungsi MMU

 




                                                                                                                                                                       
                                                                                               
                                                                                   
                                               
                                                           
                                                           
                                               
                                               




                                               
                                                Relasi Antara Alamat Virtual dan Alamat Fisik
2.         Tabel Page
Alamat virtual dibagi menjadi dua bagian:
-       Nomer Page (bit-bit awal)
-       Offset (bit-bit akhir)
Secara metematis: tabel page merupakan fungsi dgn nomer page sebagai argumen dan nomer frame sebagai hasil.

















0
0
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1
0
0

    Nomer  page = 2            Offset 12 bit dicopy persis dari input ke output

Tabel Page
0
010
1


Present/absent bit

1
001
1




2
110
1

110


3
000
1




4
100
1




5
011
1




6
000
0




7
000
0




8
000
0




9
101
1




10
000
0




11
111
1




12
000
0




13
000
0




14
000
0




15
000
0





0
0
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1
0
0
Cara Kerja Pemetaan oleh MMU

 














3.         Memori Asosiatif
Tabel Page biasanya diletakkan di memori, dengan demikian diperlukan dua kali referensi ke memori : sekali untuk mencari page, dan sekali untuk mencari data yang akan diproses.
Solusi:
            Komputer dilengkapi dengan komponen hardware kecil untuk pemetaan alamat virtual ke alamat fisik tanpa menelusuri seluruh tabel page.
Komponen ini disebut memori asosiatif atau translation lookaside buffer, yang biasanya berada di dalam MMU, dan berisi beberapa entri.







                            Valid entry
No. page
Modified
Protection
No. frame
1
140
1
RW
31
1
20
0
R  X
38
1
130
1
RW
29
1
129
1
RW
62
1
19
0
R  X
50
1
21
0
R  X
45
1
860
1
RW
14
1
861
1
RW
75

Memori asosiatif untuk mempercepat paging

Bagian referensi memori yang dapat dipenuhi dari memori asosiatif disebbut hit ratio. Makin tinggi hit ratio, makin baik performance manajemen memori khususnya, dan komputer umumnya.


ALGORITMA PENGGANTIAN PAGE

Saat terjadi fault berarti harus diputuskan page frame yang harus diganti.
1.     Algoritma penggantian page acak:
Page yg dikeluarkan untuk memberi tempat ke yang baru ditentukan secara acak tanpa kriteria tertentu.
2.     Algoritma penggantian page optimal:
Setiap page diberi label untuk menandai berapa instruksi lagi baru dia digunakan. Page dengan label tertinggi (waktu dari sekarang sampai pemakaian berikutnya paling lama) yang akan dikeluarkan.

Algoritma Penggantian Page Optimal
String Pengacuan

2
3
2
1
5
2
4
5
3
2
5
2



2
2
2
2
2
2
4
4
4
2
2
2




3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3






1
5
5
5
5
5
5
5
5

                  Fault

F
F

F
F

F


F


6 Fault

3.     Algoritma penggantian page NRU (not recently used):
Setiap page diberi status bit R (referenced) dan              M (modified).
Bit bernilai 0 jika page belum direferensi/dimodifikasi, dan 1 jika sebaliknya. Dari nilai desimalnya didapat 4 kelas:
R
M
Kelas
Keterangan
0
0
0
not referenced,
not modified
0
1
1
not referenced,
modified
1
0
2
referenced,
not modified
1
1
3
referenced,
modified
Page dengan kelas terkecillah yang akan dikeluarkan

4.     Algoritma penggantian page FIFO (First In First Out):
Page yang paling dulu masuk ke memori dari semua page yang ada dikeluarkan.
Algoritma Penggantian Page FIFO
String Pengacuan

2
3
2
1
5
2
4
5
3
2
5
2



2
2
2
2
2
2
4
4
4
2
2
2




3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3






1
5
5
5
5
5
5
5
5

                  Fault

F
F


F
F
F

F

F
F
8 Fault

Anomali pada FIFO (Belady’s Anomaly)
String Pengacuan

0
1
2
3
0
1
4
0
1
2
3
4

Page Termuda

0
1
2
3
0
1
4
4
4
2
3
3




0
1
2
3
0
1
1
1
4
2
2

Page Tertua



0
1
2
3
0
0
0
1
4
4

                 Fault

F
F


F
F
F

F

F
F
9 Fault
(a)

String Pengacuan

0
1
2
3
0
1
4
0
1
2
3
4

Page Termuda

0
1
2
3
3
3
4
0
1
2
3
4




0
1
2
2
2
3
4
0
1
2
3





0
1
1
1
2
3
4
0
1
2

Page Tertua




0
0
0
1
2
3
4
0
1

                  Fault

F
F


F
F
F

F

F
F
10 Fault
(b)

5.     Algoritma penggantian page Modifikasi FIFO (Second Chance):
Mencari page yang berada di memori paling lama, tetapi juga tidak dipakai.
Jika sebuah page dipakai (direferensi) bit R diset. Jika sistem menemukan bahwa bit R page yang paling lama ter-set, page tersebut tidak jadi dikeluarkan, tetapi bit R-nya di-reset.

 Waktu load
0

3

7

8

12

14

15

18
A

B

C

D

E

F

G

H

Page yang di-load pertama kali                                                        Page yang terakhir di-load.
(a) Page dalam urutan FIFO

    Waktu load
3

7

8

12

14

15

18

20
B

C

D

E

F

G

H

A

A dianggap sebagai page yang baru di-load.
(b) Daftar page setelah page fault pada waktu 20 dan bit R page A dalam keadaan set.

Pada algoritma ini, daftar page bisa juga dibuat berbentuk jam (clock page replacement algorithm)
Algoritma penggantian page clock
String Pengacuan

2
3
2
1
5
2
4
5
3
2
5
2


> 
2
2
2
>2*
2*
2*
2*
>2*
>2
>2*
>2*
>2*



> 
3
3
3
5
5
5
5*
5
5
5*
5*




> 
> 
1
>1
>1
4
4
3
3
3
3

          Fault

F
F

 F
F

F

F



6 Fault
Keterangan : * adalah diacu dan > adalah ditunjuk pointer

6.     Algoritma penggantian page LRU (Least Recently Used):
Yang dikeluarkan ialah page yang sudah tidak terpakai dalam waktu paling lama.
 Algoritma Penggantian Page LRU
String Pengacuan

2
3
2
1
5
2
4
5
3
2
5
2



2
2
2
2
2
2
4
4
3
3
3
3




3
3
3
5
5
5
5
5
5
5
5






1
1
1
4
4
4
2
2
2

                  Fault

F
F

F
F

F

F
F


7 Fault


ISU DISAIN SISTEM PAGING

1.  Model Working Set
Ø  Dalam bentuk paging murni, proses dimulai dengan memori kosong, dan page-page dimasukkan ke dalamnya setelah diminta. Cara ini disebut demand paging.
Ø  Locality of reference: Kecenderungan proses untuk memakai satu set page yang sama selama beberapa saat.
Ø  Satu set page tersebut di atas membentuk working set. Dalam hal ini, yang diusahakan oleh sistem operasi adalah agar working set berada utuh di memori pada saat eksekusinya.
Ø  Jika ukuran memori terlalu kecil untuk working set, akan seringkali terjadi page fault. Hal ini disebut thrashing.
Ø  Banyak sistem paging yang mengusahakan agar working set sudah ada di memori sebelum proses dimulai. Pendekatan ini disebut model working set. Tujuannya adalah untuk memperkecil jumlah terjadinya page fault (page yang diminta tidak ada di memori).
Ø  Memasukkan page ke memori sebelum proses dimulai juga disebut prepaging.
Ø  Untuk pertama kali menentukan working set, dipakai sistem aging untuk mengetahui berapa kali jumlah pemakaian setiap page.

2. Alokasi Global dan Lokal
o    Pada sistem timesharing, isi memori bisa seperti pada Gambar a.
o    Misalkan diminta page A6. Jika dikeluarkan A5 untuk memberi tempat ke A6, berarti dilakukan alokasi lokal. Bila yang dikeluarkan adalah B3, dilakukan alokasi global.
o    Algoritma lokal berhubungan dengan pemberian jumlah frame yang sama untuk setiap proses, sementara algoritma global secara dinamis mengalokasikan frame untuk proses yang berjalan.

Age



A0
10
A0

A0
A1
7
A1

A1
A2
5
A2

A2
A3
4
A3

A3
A4
6
A4

A4
A5
3
A5 -> A6

A5
B0
9
B0

B0
B1
4
B1

B1
B2
6
B2

B2
B3
2
B3

B3 -> A6
B4
5
B4

B4
B5
6
B5

B5
B6
12
B6

B6
C1
3
C1

C1
C2
5
C2

C2
C3
6
C3

C3
                            (a)                                     (b)                                   (c)
Penggantian page global vs. lokal. (a) Konfigurasi awal.
(b) Penggantian page lokal. (c) Penggantian page global.
3.  Ukuran Page
o    Ukuran page merupakan salah satu parameter yang ditentukan oleh perancang sistem operasi.
o    Penentuan ukuran page yang optimum harus menyeimbangkan beberapa faktor.
o    Rata-rata, page terakhir hanya akan terisi setengah (fragmentasi internal), berarti page sebaiknya kecil. Tetapi page yang kecil akan menghasilkan tabel page yang panjang.
Ø  s (byte)        =     ukuran proses rata-rata
Ø  p (byte)        =     ukuran page
Ø  e (byte)        =     ukuran setiap page entry
Ø  s/p              =     perkiraan jumlah page yang dibutuhkan per-proses
Ø  se/p (byte)   =     ruang untuk tabel page
Ø  p/2              =     memori yang terbuang karena fragmentasi
Ø  overhead     =     memori yang terpakai untuk tabel page dan fragmen internal.
overhead = se/p + p/2
Ø  Ukuran tabel page besar jika ukuran page kecil. Fragmen internal besar jika ukuranb page besar. Optimum harus ada di antaranya. Dengan mengambil penurunan pertama terhadap p dan menyemakan dengan nol:             -se/p2 + ½ = 0
Ø  Dari persamaan ini, ukuran page optimum adalah: p = Ö(2se)
Ø  Sebagian besar komputer komersial menggunakan ukuran page antara 512 byte – 8K.

4.         Isu Implementasi
Ø  Instruction backup
Instruksi yang menyebabkan referensi ke page yang belum ada di memori (menyebabkan page fault) harus diulang ketika page tersebut telah tersedia. Beberapa sistem operasi meng-copy setiap instruksi sebelum dilaksanakan sehingga hal ini tidakmakan waktu terlalu lama.
Ø  Locking pages in memory
Pada saat satu proses menjalani tahap I/O, proses lain bisa dijalankan. Yang mungkin terjadi ialah page proses I/O tersebut digantikan oleh proses yang kedua ini (jika dipakai alokasi global). Jalan keluarnya ialah dengan me-lock page-page proses I/O.
Ø  Shared pages
Dua atau lebih proses bisa memakai bersama page-page yang berasal dari editor yang mereka pakai. Penutupan salah satu proses ini tanpa disengaja bisa mengosongkan juga page yang dipakai bersama tersebut. Diperlukan suatu struktur data khusus untuk memantau page-page yang dipakai bersama ini.
Ø  Backing Store
Pada disk, disediakan area untuk menampung page yang dikeluarkan dari memori (paged out) yang disebut swap area. Setiap proses memiliki swap area di disk. Swap area ada yang statis ada juga yang dinamis.
Ø  Paging Daemon
Untuk meyakinkan tersedianya frame bebas yang cukup banyak, banyak sistem paging yang menggunakan proses background yang disebut paging daemon. Jika jumlah frame bebas terlalu sedikit, paging daemon akan mengosongkan beberapa page setelah menulisnya ke disk jika pernah dimodifikasi.
Ø  Penanganan Page Fault

Urutan langkah-langkah penanganan adalah sebagai berikut:
1.       Hardware melakukan trap ke kernel, program counter di-save ke stack. Pada banyak mesin, beberapa informasi tentang status instruksi saat itu di-save di register-register khusus CPU.
2.       Rutin kode assembly dimulai untuk men-save register-register umum dan informasi lain yang bisa berubah, agar sistem operasi tidak merusaknya. Rutin ini memanggil sistem operasi sebagai suatu prosedur.
3.       Sistem operasi menemukan bahwa terjadi page fault, dan mencoba menemukan page virtual mana yang diperlukan. Seringkali salah satu register hardware berisi informasi ini. Jika tidak, sistem operasi harus menarik program counter, mengambil instruksi, dan melakukan parsing pada software untuk mengetahui apa yang dilakukan sebelum terjadi fault.
4.       Begitu alamat virtual yang menyebabkan fault diketahui, sistem operasi memeriksa apakah alamat ini valid dan proteksinya konsisten dengan akses. Jika tidak, proses dikirimi sinyal atau ditutup. Jika alamat valid dan tidak ada pelanggaran proteksi, sistem berusaha untuk mendapatkan frame page dari daftar frame bebas. Jika tidak ada frame yang bebas, dijalankan algoritma penggantian page untuk mencari yang bisa ditukar.
5.       Jika frame page yang dipilih telah dimodifikasi, page dijadwalkan untuk ditransfer ke disk, dan terjadi pertukaran proses, menghentikan sementara proses yang fault dan membiarkan yang lainnya berjalan hingga transfer disk selesai. Frame ditandai terpakai untuk mencegah dipakai untuk tujuan lain.
6.       Begitu frame page bersih (apakah langsung atau setelah disave ke disk), sistem operasi menelusuri alamat disk di mana page diperlukan, dan menjadwalkan operasi disk untuk memasukkannya. Sementara page dimasukkan, proses yang mengalami fault dihentikan sejenak dan yang lainnya dijalankan, jika ada.
7.       Ketika disk interrrupt menandai bahwa page telah ada, tabel page di-update untuk menunjukkan posisinya, dan frame ditandai berada dalam status normal.
8.       Instruksi yang menyebabkan fault di-back-up ke status mulainya dan program counter di-reset untuk menunjuk ke instruksi tersebut.
9.       Proses yang fault tersebut dijadwalkan, dan sistem operasi kembali ke rutin bahasa assembly yang memanggilnya.
10.     Rutin ini mengembalikan register dan informasi lainnya ke keadaan semula , dan kembali ke user untuk melanjutkan eksekusi, seakan-akan tidak ada fault yang terjadi.


SEGMENTASI

Compiler bisa memiliki beberapa tabel dengan alamat virtual yang terpisah, misalnya terdiri dari tabel-tabel untuk:
1.      Source text,
2.      Tabel simbol,
3.      Tabel untuk semua konstanta integer dan floating point,
4.      Parse tree, berisi analisis sintaksis program, dan
5.      Stack yang digunakan untuk pemanggilan prosedur.

Tabel 1 s/d 4 bisa bertambah pada saat kompilasi berjalan, sehingga dengan sistem paging yang berukuran tetap, batas satu page bisa terlampaui.

Dengan alasan ini dipakai bagian-bagian dengan alamat yang relatif independen, yang disebut segmen. Setiap segmen mempunyai ukuran yang berbeda dengan yang lain. Panjang segmen juga bisa berubah selama eksekusi.

Program harus menyediakan alamat yang terdiri dari dua bagian:
-        nomer segmen
-        alamat di dalam segmen

Segmentasi juga memberikan fasilitas pemakaian bersama prosedur atau data antar beberapa proses. Contoh umumnya adalah shared library.



Segmen

Segmen

Segmen

Segmen

Segmen

0

1

2

3

4
0

0

0
Konstanta
0

0











4K

4K



4K

4K




Source



Parse

Call



text



tree

stack
8K

8K



8K

8K


Tabel









simbol








12K

12K



12K

12K





















16K





16K























20K









Memori yang tersegmentasi memungkinkan setiap tabel bertambah atau berkurang.

Pertimbangan
Paging
Segmentasi
Apakah programmer harus menyadari bahwa teknik ini sedang digunakan?
Tidak
Ya
Berapa banyak ruang alamat linier yang ada?
1
Banyak
Dapatkah ruang alamat total melebihi ukuran memori fisik?
Ya
Ya
Apakah tabel yang ukurannya berubah-ubah dapat diakomodasi?
Tidak
Ya
Dapatkan prosedur dan data dibedakan dan diproteksi secara terpisah?
Tidak
Ya
Adakah fasilitas pemakaian bersama prosedur antar user?
Tidak
Ya
Mengapa teknik ini diciptakan?
Untuk mendapatkan ruang alamat linier yang besar tanpa harus membeli memori fisik tambahan
Untuk memungkinkan program dan data dibagi menjadi ruang alamat yang secara logik independen dan untuk membantu pemakaian bersama dan proteksi
Perbandingan paging dan segmentasi.

Checkerboarding: Timbulnya blok-blok memori yang kosong (hole) pada saat isi segmen dikeluarkan. Hal ini diatasi dengan pemampatan (compaction).

Segmentasi dengan Paging : Setiap segmen dapat dianggap sebagai satu virtual memori, dan masing-masing dibagi menjadi page-page.

Salah satu mesin yang memakai cara ini adalah MULTICS. Setiap program MULTICS memiliki satu tabel segmen, dengan satu descriptor per segmen. Segmen descriptor berisi keterangan apakah segmen yang bersangkutan ada di memori atau tidak.


Segmen descriptor

Tabel page untuk segmen 0
36 bit

Page 0 entry


Descriptor segmen 0

Page 1 entry

Pointer-
Descriptor segmen 1

Page 2 entry

pointer
Descriptor segmen 2

Page 3 entry

ke page
Descriptor segmen 3




Descriptor segmen 4




Descriptor segmen 5

Tabel page untuk segmen 1
Descriptor segmen 6

Page 0 entry


Descriptor segmen 7

Page 1 entry




Page 2 entry




Page 3 entry




Page 4 entry




Page 5 entry








Virtual address MULTICS 34-bit:
                                                            Alamat di dalam segmen
Nomer segmen

Nomer page
Offset di dalam page
18

6
10




Nomer segmen

Nomer page
Offset di dalam page


Nomer





segmen






Nomer


Descriptor


page



Page frame


Offset












Segmen

Tabel page



descriptor



Word





























Page


Konversi alamat MULTICS menjadi alamat memori utama.




Tidak ada komentar :

Posting Komentar